Android TV Sepi Pembeli | Kabar Android

Cukup banyak berita yang yang mengatakan tahun 2012 menjadi tahunnya android. Akan banyak ponsl dengan teknologi terkini untuk OS besutan google ini. Dan sampai saat ini Ponsel dengan OS Android laris di pasaran dan semakin lama semakin banyak peminatnya.

Salah satu fakta yang menjadikan OS Android begitu diminati yakni karena performanya yang mengikuti zaman dan mengikuti apa yang dibutuhkan konsumen. Menggunakan sistem operasi terbuka memberikan kesempatan pula untuk para developer untuk menciptakan aplikasi terbaru.
"Sangat menyenangkan menggunakan ponsel android, aplkasi yang tersedia bervariasi untuk berbagai kebutuhan. Tidak hanya urusan pekerjaan, aplikasi hiburan seperti game cukup mudah untuk didapatkan tanpa harus memikirkan persoalan membayar aplikasi tersebut karena banyaknya aplikasi gratis,"
kata Sherly, Mahasiswi Univ. Pancasila Jakarta Selatan yang setuju dengan opini bahwa tahun 2012 menjadi tahunnya sistem operasi Android.
Konsistensi Android untuk selalu memberikan update terbaru masih stabil buktinya yakni dengan adanya Upgrade OS-nya yang kini hadir dengan nama Android Ice Cream Sandwich.

Tidak hanya itu saja, dibandingkan dengan OS lainnya Android hadir di berbagai vendor besar seperti Sony Ericson, LG, Samsung, dan Samsung adalah salah satu brand besar yang menggunakan Android di perangkat ponselnya hingga di industri tablet PC. Begitu pula dengan masuknya vendor lokal yang sekaan membawa angin segar untuk para konsumennya.

Jika pada awalanya ponsel Android cenderung memiliki harga yang tergolong mahal dan ditujukan untuk orang kelas atas. Invasi vendor lokal untuk bergabung pula dalam memproduksi ponsel Android dengan cara mereka sendirisempat membuat vendor besar terancam. Ciri khas dari vendor lokal yakni ponsel murah dicoba kembali diimplementasikan ke dalam jajaran ponsel Android miliknya. Munculnya ponsel lokal dengan harga murah tentu disambut baik oleh konsumen yang ingin mencoba perangkat Android dan berbagai keunggulannya. Masuk vendor lokal menjadi paradigma baru bahwa ponsel Android tidak lagi sangat mahal bahkan kini sudah banyak pilihan untuk beberapa kelas. Menjadikan Android sistem operasi yang merakyat dibandingkan OS lainnya. Fitur canggih kini bisa didapatkan di ponsel dengan harga terjangkau.

Melihat lebih detail mengenai ponsel lokal tidak lepas dari fitur Dual-Sim yang tidak lupa untuk selalu ada pada setiap ponselnya. Hal lain yang juga perlu diperhatikan yakni adanya TV Tuner Analog yang memungkinkan untuk penggunanya menyaksikan acara favoritnya.

Seakan untuk memancing konsumen agar semakin tergiur untuk mencoba ponsel Android yang kaya fitur ditambah lagi dengan adanya fasilitas TV Analog.

Sayangnya respon pasar akan ponsel Android TV tidak sebesar ponsel Android yang hanya memiliki fitur Dual SIM. Walaupun dengan menambahkan fitur TV Tuner dengan tujuan ponsel dengan kaya fitur namun beberapa konsumen masih merasa TV Analog bukan fitur penunjang penting, salah satu alasannya yakni permasalahan kualitas gambar yang kurang baik.

Kekhawatiran pengguna juga terasa pada faktor daya tahan baterai, dengan adanya TV Tuner maka potensi untuk menguras baterai sangat besar, apalagi bukan hal asing lagi bahwa ponsel pintar memang cenderung lebih boros kareng penggunaannya ditambah lagi adanya fitur TV Analog.
"Ponsel Android yang kaya fitur dan selalu online ditambah lagi dengan adanya TV Tuner tentu konsumsi baterai jelas lebih boros"
ujar Nisa, karyawan swasta di salah satu stasiun TV swasta di Jakarta Selatan dalam menanggapi kehadiran ponsel Android TV di pasar tanah air.
Bahkna dari segi harga ponsel Android TV saat ini beberapa diantaranya memiliki banderol harga yang murah dan tidak terlalu jauh dengan hanya ponsel lokal yang memiliki ciri khas fasilitas Dual SIM saja. Tapi jelas walaupun ponsel lokasi Android Dual SIM tersebut memiliki kelebihan fitur di sektor lain seperti resolusi layar yang lebih besar dari touchscreen atau sisi kamera yang lebih baik.

Contoh nyata yakni dari promosi Ivio yang Bundling dengan Axis untuk promosi ponsel Android terbarunya. Ivio DG-20 dan Ivio DG-38 dimana keduanya memiliki harga yang tidak terlalu jauh namu dari sisi fitur dan spesifikasi DE-38 jauh terlihat lebih unggul.

Dari pantauan PULSA di kawasan Roxy Mas, penjualan dari ponsel Android TV tergolong sepi, minat pembeli lebih tinggi pada ponsel android branded danuntuk ponsel Android lokal konsumen cenderung memilih ponsel Android Dual SIM yang memiliki spesifikasi lebih tinggi debandingkan ponsel Android TV yang ada pada saat ini.
"Tidak masalah untuk mengeluarkan dana lebih baik untuk mendapatkan ponsel Android yang bagus di sisi fitur dan juga teknologinya, karena untuk ponsel Android TV, selain TV Tunernya sendiri fitur lain yang ada pada ponsel tersebut tidak terlalu istimewa"
kata Diko, Web Designer di salah satu perusahaan Advertising di Jakarta yang merasa sangat terbantu pekerjaannadengan menggunakan ponsel Android.
Respon pasar yang kurang bagus, mengharuskan para vendor lokal untuk memikirkan cara lain untuk merayu pasar. Apakah vendor lokal akan melupakan ponsel Android TV dan memfokuskan diri untuk meningkatkan fitur lain yang memang memiliki daya tarik lebih ke konsumen seperti kamera, video, dan sisihardware seperti processor yang lebih ditingkatkan? Atau tetap melakukan hal sama namun tetap meningkatkan kemampuan software dan hardware yang pastinya akan meningkatkan cost produksi dan juga banderol penjualan nantinya.

Apakah ponsel Android TV tahun 2012 ini akan hilang??Atau tampil dengan kemasan yang lebih baik? Kita tungga saja aksi para vendor lokal atau mungkin saja vendor besar dengan Android TVnya.

Setidaknya ada 4 ponsel Android TV yang sudah hadir di tanah air, yakni:
DGTell 555



Ivio DG-20

Beyond 800

Cross X AD202


Namun untuk sistem operasinya yaitu Android akan berdiri kokoh karena pada sebuah interview Le Web Paris 2011 yang mempertanyakan masa depan Android tahun 2012, Eric Schmitd selaku direktur Google memberikan jawaban dengan percaya dirimemprediksi bahwa tahun 2012 aplikasi tidak didahulukan lagi untuk iOS seperti yang terjadi pada 2011, 2012 nanti akan terjadi kebalikannya aplikasi akan hadir terlebih dahulu untuk Android disusul sistem operasi lainnya.

Optimisme Eric Schmitd dikarenakan sistem open source yang memudahkan developer untuk menciptakan aplikasi yang diinginkan. Dan tidak ketinggalan banyak perusahaan besar yang diakuisisi oleh Google seperti Youtube dan Motorolla.

Mungkinkah Tahun 2012 ini akan menjadi milik Google????

Dikutip dari tabloid PULSA

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA POSTING DI ATAS. JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK DI KOMENTAR YA? ^_^

2 comments

April 19, 2012 at 8:23 PM

android slalu memberi kepuasan kepada konsumen, tidak seperti iOS yg slalu memberi kesulitan dengan sifat komersialnya.

April 23, 2012 at 5:50 AM

@yusufmasuk akal :)

Post a Comment

Mohon Untuk Tidak Mencantumkan Nama Anonim Anda. Terima Kasih.