2012, Blackberry Makin Terpuruk | Hot Topic

Blackberry semakin kelabakan dengan serangan kompetitornya di ranah smartphone. Pengguna Android kian merajalela, iPhone terus memperkuat eksistensinya sementara Windows Phone 7 pun mulai menyergap pasar. Alhasil, peminat Blackberry menyurut dan pamornya terus meredup.



Melihat agresifitas vendor Android menggeber produknya belakangan ini, tak bisa dipungkiri jika animo masyarakat terhadap smartphone jenis ini terus melonjak.Data dari lembaga survey menunjukkan smartphone berbasis Android terus menggoyang dominasi Blackberry dan iPhone.

Blackberry yang sempat menjadi raja smartphone harus mulai rela digusur. Hampir seperti nokia yang mati-matian memperbaiki pasar yang terus digerogoti, Blackberry pun sekarang terus berupaya mendongkrak kembali popularitasnya.

Sekedar catatan saja, Blackberry merupakan salah satu perangkat yang laris manis penjualannya berkat fitur andalannya Blackberry Messenger (BBM). Tak berlebihan rasanya jika pihak Research in Motion (RIM) sebagai produsen Blackberry cukup mengagungkan BBM. Pasalnya aplikasi tersebut merupakan salah satu tools favorit Blackberry.

Sayang, di sisi device, Blackberry kurang mampu menghadirkan produk yang inovatif. Bahkan, handset terbaru yang dirilis semakin terasaketinggalan zaman jika dibandingkan dengan produk besutan Samsung (berbasis Android), iPhone hingga Nokia.
 

Lebih dari itu, fitur eksklusif yang menjadi data andalan menjaring konsumen yakni BBM ternyata mulai dibuntuti pesaing. Seperti dikutip dari Berry Review, Mike Kirkup, Director of Developer Relations RIM pernah berucap BBM merupakan salah satu kunci utama kekuatan Blackberry dalam menggaet pengguna.

Nah, ancaman terhadap eksistensi Blackberry dan BBMnya muncul justru dari para rival beratnya. Di ajang Worldwide Developer Conference (WWDC) lalu, Apple memperkenalkan iMeesage, layanan chat chat eksklusif perangkat iOS yang fungsinya mirip dengan BBM.

Samsung pun memperkenalkan aplikasi messenger miliknya bernama ChatOn. Aplikasi ini punmendukung berbagai platform mulai dari Android, Bada, ponsel Samsung non Smartphone hingga OS lain.

Aksi para seteru menghadirkan layanan serupa memang belum mampu meruntuhkan dominasi BBM. Namun, persoalan lain yang muncul adalah meredupnya penjualan handset lantaran animo terhadap smartphone berbasis Android dan iPhone kian melonjak.

Berkurangnya handset yang laku di pasaran otomatis berdampak pada stagnannya pengguna layanan BBM. Lebih jauh, tentunya akan sangat mempengaruhi bisnis RIM sebagai vendor penyedia Blackberry dan layanannya.

Bahkan dalam kurun waktu 12 bulan terakhir, nilai pasar RIM jatuhhingga 77% menjadi 6,8miliar dollar AS. Berbagai problem punsilih berganti menimpa Blackberry mulai dari tertundanya rilis handset Blackberry 10, jebloknya penjualan playbook hingga saham yang terus merosot.

Menurut laporan yang dikutip dari lembaga riset Canalys, Blackberry sempat menguasai 53% pangsa smartphone 2009. Sayang, di 2011, market sharenya terus digerogoti hingga menyusut sampai menyisakan 13%. Ujung-ujungnya saham RIM pun anjlok 73,77% dalam setahun menjadi 16,83 dollar AS per lembar.

Puncak dari meredupnya pamor Blackbery adalah pengunduran diri dua CEO RIM dari jabatan, Mike Lazaridis dan Jim Balsillie. Sebelumnya, kinerja duet maut ini dianggap terus merosot. Keduanya sampai dinobatkan dalam daftar CEO terburuk di AS oleh New York Times.

Terkait nasib Blackberry muncul pula rumor bahwa SAmsung bakal membeli RIM. Meski kemudian kabar tersebut dibantah pihak terkait. Melalui juru bicaranya, James Chung, Samsung menyatakan tak tertarik membeli aset RIM.

Tapi ada bocoran lain yang mengungkapkan bahwa Samsung tengah membicarakan upaya mendapat lisensi (teknologi RIM). Hal ini dikutip dari reuters via salah seorang pemegang sahamnya. Ada kemungkinan RIM bakal menlisensikan layanan enterprise dan messagingnya.

Isu lain menyinggung pula Microsoft dan Nokia yang kabarnya mempertimbangkan langkah membeli RIM. Tapi belum ada penawaran resmi. HTC pun kabarnys sempat didekati RIM meski kemudia isunya menguap.

RIM sendiri melaporkan laba hingga kuartal III-2011 anjlok 71% (tahun ke tahun) dari 911,1 juta Dollar AS menjadi 265 juta Dollar AS. Salah satu pemicunya antara lain Blackberry Playbook yang melempem di pasaran. Tercatat penjualan Blackberry Playbook hanya 850.000 unit dan merugikan RIM hingga 485 juta Dollar AS.

Untung saja, di tengah kesulitan yang dihadapi RIM, investor ternama Kanada, Prem Watsa justru menambah kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut dari 11,8 juta saham menjadi 26,85 saham. Melalui Fairfax Financial Holding Ltd., dia menguasai 5,12% saham RIM yang bernilai  sekitar 437 juta dollar AS berdasarkan penutupan harga 26 januari 2012.

Analisis menyebutkan aksi yang dilakukan Watsa bisa mendorong kepercayaan pasar di tengah suramnya masa depan RIM dan pengunduran diri CEO-nya. Pasca kegagalan tablet Blackberry Playbook di pasar dan tertundanya peluncuran handset Blackberry 10, RIM memang harus berfikir keras untuk kembali mendongkrak popularitasnya. So, Akankah mereka berhasil di tahun ini atau makin terpuruk??


MOMEN TERBURUK BLACKBERRY
  • Juni 2011
    Pendapatan RIM turun 9% menjadi 4,2 Miliar Dollar AS dibandingkan periode sama satu tahun lalu. Laba bersih anjlok hingga menjadi 329 juta Dollar AS.

  • Agustus 2011
    Target penjualan Blackberry Playbook diluar ekspektasi. RIM menargetkan terjual 700.000 unit pada kuartal II 2011, namun hanya laku 200.000 unit. Selanjutnya penjualan terus merosot.

  • Oktober 2011
    BBM dan Email Blackberry tumbang di Eropa, Timur Tengah dan Afrika. Jutaan pengguna mengalami masalah dalam mengirim email dan BBM. Hal ini membuat kepercayaan terhadap kualitas jaringan RIM merosot.

  • November 2011
    Penjualan perdana Blackberry Bellagio (9790) di Indonesia rusuh dan menyebabkan kekacauan. Blackberry Playbook diobral dimana RIM memangkas tablet Playbook di bawah tenaga ritel karena kurang diminati dan dijual cukup mahal.

  • Desember 2011
    RIM merelakan nama BBX karena telah dipatenkan oleh perusahaan lain dan mengganti jadi Blackberry 10. Selain itu RIM dilaporkan Menunda sistem operasi baru Blackberry 10 hingga akhir 2012. Di akhir tahun 2012, tercatat market share merosot jauh menjadi 7,86% dibandingkan awal tahun yang masih 15,03%.

  • Januari 2012
    Mike Lazaridis dan Jim Balsillie, pendiri RIM produsen Blackbery menghadap dewan direksi untuk menyatakan pengunduran diri. Thorsten Heins diangkat menjadi Chief Executive Officer (CEO) baru menggantikan  kedua orang tersebut, namun bayak pihak yang merasa pesimis dengan kepemimpinannya.

Sumber : Tabloid Pulsa



KESIMPULAN YANG SAYA DAPATKAN:

Sebelum maraknya Android, Apple, dan OS2 lainnya, Blackberry memang menjadi Ponsel yang diminati banyak user, itu dikarenakan nilai ++ yang terdapat pada aplikasi BBM (Blackberry Messenger) yang mudah digunakan, dan fungsinya yang menarik seperti chat, Broadcast Message, kirim email, bahkan kirim file lewat BBM. Namun, akhir-akhir ini terjadi kekacauan pada aplikasi tersebut mulai dari PENDINGnya BBM ketika difungsikan, dan error pada jaringan. Banyak pihak mengatakan hal ini terjadi karena banyaknya user BBM hingga membuat padatnya traffic pada BBM itu sendiri.
Disamping itu Handphone ini memang sering mengeluarkan produk-produk terbarunya, namun RIM tidak pernah memikirkan INOVASI yang besar hingga banyak pihak merasa Blackberry ini cuma "WOW" di luarnya aja, namun di dalam fitur dan aplikasinya ternyata sama saja. Hal ini mulai dimanfaatkan oleh banyak vendor-vendor terkemuka seperti Samsung dan lain-lain yang menggebrak pasar dengan OS Android, Apple, Windows 7, dsb. Tak bisa dipungkiri bahwa kemampuan Blackberry sudah sampai segitu saja. jadi, jika RIM ingin mengembalikan pamornya yang lalu, usahakan untuk "mendesain" ulang fitur-fitur di dalamnya.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA POSTING DI ATAS. JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK DI KOMENTAR YA? ^_^

Post a Comment

Mohon Untuk Tidak Mencantumkan Nama Anonim Anda. Terima Kasih.