Warisan Sang Ayah Kepada Kedua Anaknya



Saat malam yang kelabu, saat itulah malam yang terakhir untuk Bpk Rachman. Beliau sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit akibat derita penyakit yang dia alami, dan merasa hidupnya akan diambil Tuhan malam ini. Beliau adalah orang kaya yang berpengalaman dalam berbisnis. Sekarang karena sakit keras, beliau terpaksa memanggil kedua anaknya yang bernama Arif dan Rachmad untuk mendengarkan warisan terkahir dari ayahnya.

Bpk Rachman : "Anak-anakku, Ayah memanggil kalian disini dengan maksud memberikan kata-kata terakhir untuk kalian. Tolong dengarkan baik-baik permohonan ayah".

Seketika itu kedua anaknya mendekati ayah mereka dan mendengarkan dengan seksama,

Bpk Rachman : "Ayah akan membagikan seluruh kekayaan ayah dan membagikannya menjadi dua kepada kalian, tapi dengan syarat, bukalah tempat usaha sama tetapi di tempat yang berbeda, pergunakan uang tersebut untuk hal yang berguna, dan yang paling penting, jika ingin sukses, HINDARILAH SINAR MATAHARI SETIAP HARI".

Setelah Arif dan Rachmad mendengarkan dan memahami kalimat permohonan terkahir dari sang ayah, maka bertepatan dengan itu Bpk Rachman telah menghembuskan nafas terakhirnya.
Arif , Rachmad, dan ibu pun menangis...
Hari demi hari, kedua anak ini mulai bangkit berdiri dan mulai menjalankan apa yang diperintahkan almarhum ayahnya.

Si Rachmad dan Arif menghabiskan seluruh harta warisan dari almarhum ayahnya dengan membangun toko secara bersamaan, tapi berbeda tempat. Dan satu lagi, Toko Rachmad besar, dan toko Arif kecil. Rachmad membuka toko besarnya di UTARA, kemudian Arif membuka toko kecilnya di SELATAN.
Si ibu melihat anak sulungnya yang bernama Rachmad berangkat jam 8 pagi dengan mobil yang mahal beserta supir pribadinya setiap hari, dan sampai di tempat tujuan jam 9 pagi dikarenakan macet. Setelah membuka toko yang besar, sisa uang warisan tersebut digunakan untuk membeli mobil, karena dia ingat akan kalimat terakhir sang ayah, "hindarilah sinar matahari setiap pagi". Dan setelah bekerja, dia menutup tokonya jam 5 sore kemudian bergegas masuk mobilnya untuk pulang.
Tetapi bulan berganti terus. Waktu demi waktu, usaha toko besar Rachmad tidak membuahkan hasil sedikitpun. Rachmad mulai stress dan tidak bisa meneruskan bisnisnya lagi. Itu Dikarenakan terlalu banyak pengeluaran. Sang ibu mulai khawatir akan Rachmad.

Di samping itu ibu kemudian mendatangi anak bungsunya yang bernama Arif. Ibu pun kaget dan penasaran. Disaat usaha kakaknya, Rachmad sedang diambang bangkrut, tapi usaha Adik kecilnya yang bernama Arif ini malah mendapatkan keuntungan yang menggunung. Ibu pun merasa ada yang aneh pada kehidupan Arif. Kemudian dengan penasaran yang tinggi pun, si ibu bertanya,

Ibu : "Hai, anakku. Disaat ibu melihat usaha kakakmu Rachmad yang sedang turun, ibu benar-benar terkejut melihat perkembanganmu selama ini. Sebenarnya apa saja yang kamu lakukan hingga kamu berhasil dengan sendirinya?"

Lalu si Arif dengan tersenyum berkata pada ibunya,

Arif : "Iya ibu. Saya selalu ingat kalimat terakhir almarhum ayahanda yang berkata, Jika ingin sukses, hindarilah sinar matahari."
Ibu : "Benarkah demikian? Asal engkau tahu, anakku, kakakmu si Rachmad itu bangkrut. Padahal dia juga selalu ingat apa yang kamu ingat, yaitu permohonan terakhir almarhum ayahmu. Lantas, mengapa nasib kalian berbeda? Bolehkah ibu mengetahui apa saja yang kamu lakukan setiap harinya?"

Sambil tersenyum Arif berkata,

Arif : "Tentu boleh ibu. Setiap hari saya bangun jam 4.30 pagi, lalu saya ke toko dengan berangkat jam 5 pagi dan sampai di tempat tujuan jam 6 pagi dengan memakai sepeda angin, karena tidak ada macet. Dan saya tutup toko jam 9 malam lalu sampai di rumah jam 10 malam. Hanya itu saja kegiatan saya setiap harinya. Seperti yang ayah bilang kan ibu?"

=======================================================================

Nah, teman-teman.
Ini adalah kisah yang menarik untuk kalian renungkan. Apakah sudah cukup untuk kalian memahami apa yang disebut dengan POLA PIKIR MANUSIA?
Betul. Inilah yang membedakan mengapa manusia bisa SUKSES, dan mengapa manusia bisa GAGAL, itu karena pengaruh pola pikirnya. Jadi, berhati-hatilah. Karena setiap tindakan selalu diawali dengan pikiran, dan setiap pikiran selalu diawali dengan pola-pola pikir tertentu.
Jadi kita harus tahu, mana yang seharusnya kita lakukan, dan mana yang seharusnya tidak kita lakukan.
Sukses selalu Buat Kalian Semua.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA POSTING DI ATAS. JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK DI KOMENTAR YA? ^_^

Post a Comment

Mohon Untuk Tidak Mencantumkan Nama Anonim Anda. Terima Kasih.