The Power Of "Kepepet"



Di suatu tempat ada seorang anak kecil yang tampan dan lucu yang sedang bermain-main di sebuah lapangan sepak bola. Dia adalah anak dari seorang ayah yang mempunyai perusahaan (maaf) CELANA DALAM terkenal di seluruh dunia. Anak ini sungguh bengal. Tiap waktu selalu main-main. Tak pernah ingat waktu sedikitpun.
Selang beberapa tahun, si ayah mulai sakit-sakitan gara-gara sering memikirkan ulah anaknya itu. Si anak disuruh mengelola perusahaan ayahnya, tapi ternyata si anak menolak dengan tegas. Katanya MALU dan tidak mau berjualan celana dalam.
Beberapa bulan berlalu. Akhirnya si ayah meninggal dunia. Anak pun menangis dan merasa menyesal karena selalu membantah kata-kata ayahnya. Kini, mau tidak mau si anak harus meneruskan perusahaan celana dalam milik ayahnya.
Dengan skill yang kurang, si anak mulai kepayahan.
Perusahaan mulai bangkrut karena kemampuannya yang sangat kurang.
Semua karyawan meminta kenaikan gaji,
Dan kualitas produk-produknya sangat jauh dari sebelumnya saat si ayah masih bernafas.
Keuangan keluarga mereka semakin memburuk. Dan akhirnya pabrik itu bangkrut.
Tapi si anak tidak mau menyerah. Dia ingin BELAJAR, dan TERUS BELAJAR mengelola segala hal yang pernah diajarkan ayahnya. Akhirnya setelah beberapa minggu, Sang anak mulai bisa beradaptasi.
Keuangan mulai berjalan normal,
Karyawan bekerja dengan bagus,
Semuanya seakan baik-baik saja.
Ternyata dia sudah hebat.

=========================================================================

Disini saya tidak akan menerangkan kata "BELAJAR", tapi kita akan menerangkan "THE POWER OF KEPEPET. "Mungkin sebagian dari anda masih belum mengerti tentang arti dari THE POWER OF KEPEPET. Maksudnya adalah sebuah istilah bagi seseorang yang hidupnya terpojokkan dan tidak ada jalan lain selain melakukan apa yang seharusnya dia tidak lakukan.
Contoh kecil saja...
Jika anda ditawari sebuah pekerjaan yaitu membuat (KONDOM), secara anda tidak punya skill untuk membuatnya. Apakah anda bersedia membuatnya? Pasti anda akan menjawab, TIDAK!
Tetapi, jika di seluruh dunia ini tidak ada lagi pekerjaan selain membuat KONDOM, apakah anda bersedia?
Seorang leader pernah berkata masuk akal pada saya,
"JIKA ANDA TIDAK BERBAKAT DALAM BIDANG-BIDANG TERTENTU, MAKA BAKATILAH".

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA POSTING DI ATAS. JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK DI KOMENTAR YA? ^_^

Post a Comment

Mohon Untuk Tidak Mencantumkan Nama Anonim Anda. Terima Kasih.